Menembus Batas Global, Bangun Pracoyo Bawa Misi Transformasi Pendidikan Berbasis STEM

PURBALINGGA_DINDIKBUD_Kiprah Bangun Pracoyo, seorang pengawas Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, berhasil mencuri perhatian di dunia pendidikan. Di tengah derasnya perubahan sistem pendidikan global, ia konsisten membawa gagasan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Bangun, pendidikan harus mampu membentuk siswa yang adaptif dan solutif. Prinsip tersebut menjadi fondasi dalam setiap langkahnya, sekaligus mendorongnya untuk tampil di panggung internasional dengan misi besar membangun generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.
Bangun bukan sosok baru dalam dunia pendidikan. Ia telah melalui berbagai kompetisi bergengsi, mulai dari lomba karya tulis ilmiah hingga ajang best practice tingkat nasional. Bahkan, ia pernah meraih posisi tiga besar pengawas berprestasi tingkat nasional. Meski demikian, ia menilai pencapaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan untuk terus berkontribusi lebih luas.
Ia melihat tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Siswa tidak cukup hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta mampu memecahkan masalah nyata. Dari sinilah lahir komitmennya untuk mengembangkan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam proses belajar.
“Melalui STEM, siswa tidak hanya belajar teori. Mereka diajak mengamati, membuktikan hingga menemukan solusi sendiri,” ujar Bangun. Ia meyakini pendekatan ini mampu membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
Komitmen tersebut mengantarkan Bangun mengikuti program internasional STEM Leadership For Change yang digagas oleh SEAMEO bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Indonesia. Ia lolos melalui serangkaian seleksi ketat, mulai dari uji kompetensi daring hingga presentasi langsung di hadapan panel penilai.
Dalam program ini, peserta akan mendapatkan bimbingan dari akademisi Michigan State University, yang dikenal sebagai salah satu rujukan utama dalam pengembangan STEM berbasis standar global seperti PISA. Hal ini menjadi kesempatan berharga bagi Bangun untuk memperdalam wawasan sekaligus memperluas jejaring internasional.
Rencananya, pada akhir April mendatang, Bangun akan bertolak ke Bangkok untuk mengikuti pelatihan Training of Trainer. Ia akan bergabung bersama perwakilan Indonesia lainnya yang terdiri dari dosen, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan.
Keikutsertaannya dalam forum internasional ini bukan sekadar capaian pribadi. Bangun memikul tanggung jawab besar untuk membawa pulang praktik baik dan mengembangkan budaya STEM di sekolah-sekolah Indonesia. Saat ini, secara nasional, masih sedikit sekolah yang menerapkan pendekatan STEM secara menyeluruh.
Bagi Bangun, keterbatasan tersebut justru menjadi peluang. Dari Purbalingga, ia membawa harapan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi realitas kehidupan.
Langkahnya mungkin dimulai dari daerah, namun visi yang dibawanya melampaui batas wilayah. Bangun Pracoyo menjadi contoh nyata bahwa satu individu dapat memberi dampak besar bagi dunia pendidikan, baik di tingkat lokal maupun global, melalui komitmen kuat terhadap inovasi dan perubahan.
