17.431 SISWA DISUNTIK IMUNISASI CAMPAK

PURBALINGGA – Sebanyak 17.431 anak kelas 1 SD/MI menjadi sasaran Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Campak. Anak sebanyak ini berasal dari 458 SD Negeri, 5 SD swasta, 3 MI Negeri dan 108 MI swasta serta 1 SD Luar Biasa.
Pelaksanaan BIAS Campak ini mulai dilakukan sejak kemarin 25 Agustus sampai 7 September 2014.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Purbalingga dr Nonot Mulyono M Kes, BIAS merupakan kegiatan rutin yang bertujuan agar Indonesia terbebas dari penyakit campak yang sempat mewabah. Sehingga untuk mencegah munculnya penyakit ini, pemerintah memprogramkan dan mewajibkan semua warga untuk mendapatkan imunisasi campak.
Diungkapkan Nonot Mulyono, manfaat dari BIAS adalah untuk memberikan kekebalan lanjutan karena kekebalan yang sudah mulai turun, sehingga perlu diberikan imunisasi booster atau penguatan.
Imunisasi campak diberikan bagi anak ketika usia 1 tahun, dan kekebalan ini akan turun ketika memasuki tahun ke 6, sehingga perlu diberi imunisasi kembali.
Program bulan imunisasi anak sekolah pada tahun-tahun sebelumnya sempat mendapatkan penolakan dari orangtua murid. Namun belakangan, orangtua murid mulai sadar akan pentingnya imunisasi.

Kepala SDN 1 Kalitinggar Tugiyana SPd mengatakan dari jumlah siswa kelas 1 sebanyak 18, yang diberikan imunisasi campak 16, karena dua siswa merupakan siswa yang tidak naik kelas dan sudah mendapatkan imunisasi campak tahaun sebelumnya. (umg)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.