MGMP Prakarya Purbalingga Perkuat Inovasi Pembelajaran: Reorganisasi dan Pelatihan Projek Kreatif Warnai Forum Guru SMP

PURBALINGGA — Suasana semangat kolaborasi dan kreativitas mewarnai kegiatan Pelatihan Projek Prakarya Berbasis Kreativitas dan Inovasi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan MGMP Prakarya SMP Kabupaten Purbalingga di SMK Negeri 1 Bojongsari, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang diikuti guru-guru Prakarya SMP se-Kabupaten Purbalingga itu dirangkaikan dengan reorganisasi kepengurusan MGMP Prakarya periode 2026–2030.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pembinaan SMP Dindikbud Kabupaten Purbalingga Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I., Bina Damping MGMP Prakarya SMP Suradi, S.Pd., M.M., pengurus dan anggota MGMP Prakarya SMP, serta narasumber dari SMK Negeri 1 Bojongsari.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang berlangsung khidmat. Selanjutnya Ketua MGMP Prakarya SMP Kabupaten Purbalingga Suliasti, S.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus laporan kegiatan.
Dalam sambutannya, Suliasti menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi guru Prakarya sekaligus mempererat kolaborasi antaranggota MGMP.
“MGMP harus terus menjadi ruang belajar bersama, berbagi praktik baik, dan memperkuat inovasi pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan reorganisasi kepengurusan MGMP Prakarya SMP Kabupaten Purbalingga periode 2026–2030. Dalam proses reorganisasi yang berlangsung penuh kekeluargaan itu, Roni Suparmi, S.Pd., guru SMP Negeri 2 Kalimanah, terpilih sebagai Ketua MGMP Prakarya menggantikan Suliasti, S.Pd., guru SMP Negeri 2 Purbalingga.
Peserta memberikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang dinilai berhasil menjaga soliditas organisasi dan aktif mengembangkan kegiatan pembelajaran guru Prakarya.

Pada sesi berikutnya, Kabid Pembinaan SMP Dindikbud Kabupaten Purbalingga Priyanto menyampaikan sambutan sekaligus penguatan kepada para guru.
Ia menegaskan bahwa pembelajaran Prakarya memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang kreatif, inovatif, mandiri, dan memiliki jiwa kewirausahaan.
“Anak-anak kita tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas, keterampilan hidup, kemampuan berkolaborasi, dan semangat menciptakan peluang,” katanya.
Menurut dia, guru Prakarya bukan sekadar mengajarkan keterampilan, tetapi juga membangun mental kreatif dan keberanian peserta didik untuk menghasilkan karya nyata.
Priyanto berharap MGMP terus menjadi ruang kolaborasi dan pengembangan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan berbasis potensi lokal.
“Guru yang kreatif akan melahirkan peserta didik yang produktif,” ujarnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan pelatihan projek prakarya berbasis kreativitas dan inovasi dengan tema pengolahan buah segar. Para peserta mendapatkan praktik langsung mengolah buah menjadi produk kreatif dan bernilai inovatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah.
Pelatihan menghadirkan narasumber guru Tata Boga SMK Negeri 1 Bojongsari, yakni Ani Nurhayati, Erly Handayani, dan Usmelinda Sofiana Widy. Mereka memberikan materi sekaligus demonstrasi teknik pengolahan buah secara kreatif dan aplikatif.

Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Selain memperkaya ide pembelajaran projek, kegiatan itu juga membuka wawasan guru mengenai pengembangan produk berbasis potensi lokal dan kewirausahaan.
Melalui kegiatan tersebut, MGMP Prakarya Kabupaten Purbalingga diharapkan semakin solid dalam mendukung pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan inspiratif bagi peserta didik SMP di Kabupaten Purbalingga.
