Sains dan Matematika Bergema dari Purbasari; Hardiknas Purbalingga Dorong Budaya Kompetisi Akademik Sejak SD

PURBALINGGA — Suasana Aula Kraca Pungur di kawasan wisata Purbasari Pancuran Mas tampak berbeda pada Sabtu (9/5/2026). Puluhan siswa sekolah dasar duduk serius di depan layar gawai dan komputer, mengerjakan soal demi soal IPA dan Matematika dalam ajang Lomba Pelajaran IPA dan Matematika Tingkat SD/MI Kabupaten Purbalingga Tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Inspiratif Teacher Community Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Mengusung tema “Cerdas dan Kompetitif menuju Generasi Emas Indonesia”, lomba dirancang bukan sekadar kompetisi akademik, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan budaya belajar siswa sejak dini.

Sebanyak 67 peserta dari 21 SD/MI se-Kabupaten Purbalingga mengikuti lomba bidang IPA dan Matematika. Para peserta merupakan siswa kelas IV dan V yang berkompetisi melalui sistem berbasis aplikasi secara daring. Model lomba tersebut dipilih untuk mendorong peserta didik semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga yang diwakili Kabid Pembinaan SMP Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa IPA dan Matematika merupakan fondasi penting dalam kehidupan dan perkembangan ilmu pengetahuan.

“IPA mengajarkan anak untuk mengamati, bertanya, dan membuktikan. Matematika melatih berpikir logis, runut, dan pantang menyerah. Dua bidang ini menjadi bekal penting menghadapi masa depan,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Menurut Priyanto, lomba akademik semacam itu perlu terus dikembangkan karena tidak hanya melahirkan siswa berprestasi, tetapi juga membangun budaya belajar, keberanian berkompetisi, dan kemampuan berpikir kritis.

Ia juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil menjadi juara agar tidak berhenti belajar.

“Berani ikut lomba itu sudah sebuah kemenangan. Kegagalan hari ini bisa menjadi bahan bakar untuk menang di masa depan,” katanya.

Sementara itu, Ketua ITC Indonesia Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I., mengatakan kegiatan sengaja dikemas dengan konsep edukasi sekaligus rekreasi. Pemilihan lokasi di kawasan wisata dilakukan untuk menghadirkan suasana kompetisi yang lebih menyenangkan bagi anak-anak.

“Kami ingin anak-anak tidak merasa tegang. Setelah lomba mereka bisa menikmati suasana wisata bersama keluarga dan guru pendamping,” ujarnya.

Pelaksanaan lomba berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Para peserta tampak serius mengerjakan soal, sementara guru dan orang tua memberikan dukungan dari luar arena lomba.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang pembinaan awal bagi siswa-siswa potensial menuju Olimpiade Sains Nasional (OSN) pada jenjang berikutnya.

Pada akhir kegiatan, panitia menetapkan Nurul Khasanah dari SD Negeri 1 Sidanegara sebagai Juara I bidang IPA, disusul Naufal Fathan Prasetyo dari SD Negeri 1 Bumisari dan Muhammad Hasan Mishary dari SD Negeri 2 Purbalingga Lor.

Adapun bidang Matematika dimenangkan Salsabila Nadhifa dari SD Negeri 2 Bobotsari. Juara II diraih Ghifari Diandra dari SD Negeri 2 Purbalingga Lor, sedangkan Juara III diraih Hanan Fiki Alfarisi dari SD IT Alam Harapan Ummat Purbalingga.

Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, termasuk PGRI Kabupaten Purbalingga, Majalah Putra Cendekia, Tabloid Pendidikan Edukator, dan pengelola Purbasari Pancuran Mas.

Melalui kegiatan itu, budaya kompetisi akademik yang sehat diharapkan semakin tumbuh di lingkungan pendidikan dasar Kabupaten Purbalingga. Di tengah suasana rekreatif, semangat belajar dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan justru menemukan ruang tumbuhnya sendiri.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *