Dindikbud Perkuat Kurasi Ajang Talenta Murid; MGMP dan MGBK SMP Diminta Jaga Objektivitas dan Marwah Lomba

PURBALINGGA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga menggelar Sosialisasi Kurasi Ajang Talenta Murid bagi pengurus MGMP dan MGBK SMP Kabupaten Purbalingga di Aula Tutwuri Handayani Dindikbud, Jumat (8/5/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB itu menjadi langkah penguatan tata kelola lomba dan pembinaan prestasi peserta didik secara lebih profesional dan berintegritas.
Kegiatan dibuka Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si., didampingi Kabid Pembinaan SMP Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I.
Dalam arahannya, Heru menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pengembangan potensi, minat, bakat, kreativitas, dan karakter peserta didik. Karena itu, ajang talenta harus menjadi ruang strategis untuk menemukan sekaligus menumbuhkan kemampuan terbaik murid.
“Setiap anak memiliki talenta yang berbeda. Sekolah harus menjadi tempat menemukan dan mengembangkan potensi tersebut,” katanya.

Menurut Heru, MGMP dan MGBK memiliki peran strategis dalam membangun budaya prestasi di sekolah. Tidak hanya sebagai pelaksana teknis lomba, tetapi juga sebagai penggerak pembinaan yang objektif, edukatif, dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya integritas dalam proses kurasi lomba agar peserta yang terpilih benar-benar merupakan siswa terbaik.
Peserta kegiatan terdiri atas pengurus MGMP PAI, PKn, Matematika, IPA, IPS, Informatika, Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Prakarya, Seni Budaya, serta pengurus MGBK SMP se-Kabupaten Purbalingga.
Pada sesi materi, Priyanto menyampaikan langkah-langkah kurasi lomba oleh penyelenggara tingkat kabupaten. Ia menjelaskan, proses kurasi harus dimulai dari penyusunan pedoman teknis yang jelas, pembentukan tim kurasi dan dewan juri yang profesional, hingga validasi hasil penilaian secara transparan dan akuntabel.
“Kurasi bukan sekadar menilai lomba, tetapi memastikan seluruh proses berjalan adil, objektif, dan mampu menghasilkan peserta terbaik,” ujarnya.

Materi berikutnya disampaikan Nur Fidayat, S.Pd., PTP Dindikbud Kabupaten Purbalingga, mengenai urgensi kurasi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK. Ia menyoroti pentingnya validitas prestasi peserta didik agar proses seleksi berjalan lebih kredibel dan akuntabel.
Sementara itu, Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I., selaku Ketua Forkom MGMP-BK, memaparkan teknis pelaksanaan kurasi di tingkat kabupaten. Ia menjelaskan tahapan pelaksanaan, mekanisme seleksi, hingga pentingnya koordinasi antar-MGMP dan MGBK agar proses kurasi berjalan tertib dan sesuai pedoman.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi dialog antara peserta dan narasumber. Sejumlah peserta menyampaikan pandangan serta tantangan pelaksanaan kurasi lomba di tingkat sekolah maupun kabupaten.
Acara ditutup dengan pembacaan hamdalah bersama sebagai penanda komitmen membangun budaya prestasi dan pembinaan talenta murid di Kabupaten Purbalingga.
