Talenta Muda Bersinar di FLS3N SD Kabupaten Purbalingga 2026, Ajang Seni dan Sastra Berlangsung Meriah

PURBALINGGA, DINDIKBUD – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Purbalingga tahun 2026 berlangsung meriah pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan di SD Kristen Bina Harapan Purbalingga tersebut diikuti para siswa terbaik dari berbagai kecamatan di Kabupaten Purbalingga untuk menunjukkan bakat dan kreativitas di bidang seni serta sastra.

Pelaksanaan FLS3N menjadi ajang strategis dalam mengembangkan potensi peserta didik, sekaligus menanamkan karakter percaya diri, sportivitas, kreativitas, dan semangat berprestasi. Berbagai cabang lomba dipertandingkan, mulai dari menyanyi solo, seni tari, pantomim, gambar bercerita, mendongeng, kriya, hingga menulis cerita.

Pada cabang menyanyi solo, Kecamatan Purbalingga berhasil meraih Juara I melalui Sahasra Kirana dari SDN 2 Purbalingga Lor dengan nilai 268. Juara II diraih Kecamatan Bukateja melalui Faika Nabila Sakira dari SDN 1 Wirasaba dengan nilai 262, sedangkan Juara III diraih Kecamatan Karanganyar melalui Ghania Ayu K dari SDN 1 Kalijaran dengan nilai 257.

Sementara itu pada cabang seni tari, Kecamatan Bobotsari keluar sebagai Juara I melalui tim dari SDN 2 Bobotsari dengan nilai 286. Juara II diraih Kecamatan Purbalingga dari SDN 2 Purbalingga Lor dengan nilai 281, dan Juara III diraih Kecamatan Kaligondang dari SDN 2 Sidareja dengan nilai 278.

Persaingan ketat juga terlihat pada cabang pantomim. Kecamatan Kemangkon berhasil meraih Juara I melalui tim SDN 1 Panican dengan nilai 1.032. Posisi Juara II diraih Kecamatan Bobotsari dari SDN 1 Kalapacung dengan nilai 1.030, sedangkan Juara III diraih Kecamatan Karanganyar dari SDN 1 Jambudesa dengan nilai 1.008.

Pada cabang gambar bercerita, Kecamatan Pengadegan sukses meraih Juara I melalui Bintang Arshy A dari SDN 1 Tetel dengan nilai 281. Juara II diraih Kecamatan Kutasari melalui Marla Callista S dari SDN 1 Meri dengan nilai 276, sedangkan Juara III diraih Kecamatan Karanganyar melalui Darina Tipta Zani dari SDN 1 Jambudesa dengan nilai 269.

Cabang mendongeng dimenangkan oleh Kecamatan Purbalingga melalui Puise KP dari SDN 1 Purbalingga Lor dengan nilai 251. Juara II diraih Kecamatan Kaligondang melalui Dyego Aliandro dari SDN 1 Brecek dengan nilai 250, sementara Juara III diraih Kecamatan Karanganyar melalui Arvia Ainur A dari SDN 1 Tumpang dengan nilai 249.

Pada cabang kriya, Kecamatan Purbalingga kembali menunjukkan dominasinya setelah Fatan Arpa A dari SDN 2 Purbalingga Lor meraih Juara I dengan nilai 277. Juara II diraih Azka Raif Nur F dari SDN 2 Sinduraja, Kecamatan Kaligondang, dengan nilai 271, sedangkan Juara III diraih Agiyu dari SDN 1 Mrebet dengan nilai 267.

Adapun pada cabang menulis cerita, Kecamatan Mrebet berhasil meraih Juara I melalui Kellen Alexander dari SDN 1 Tanalum dengan nilai 273,1. Juara II diraih Kecamatan Rembang melalui Savira Ikil L dari SDN 4 Sumampir dengan nilai 261,6, sedangkan Juara III diraih Kecamatan Karangjambu melalui Jihan Nafisah dari SDN 1 Sirandu dengan nilai 260,5.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta dan dukungan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, dan karakter positif sejak usia dini.

“Anak-anak hebat Purbalingga hari ini sedang belajar menjadi generasi masa depan yang kreatif, percaya diri, dan berkarakter. Menang memang membanggakan, tetapi keberanian untuk tampil, berkarya, dan terus belajar adalah kemenangan yang sesungguhnya,” ujar Heru Sri Wibowo yang disambut tepuk tangan peserta dan guru pendamping.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan seni sebagai sarana membangun kepekaan, empati, dan kecintaan terhadap budaya bangsa di tengah perkembangan teknologi dan era digital yang semakin pesat.

“Melalui seni dan sastra, anak-anak belajar menghargai proses, belajar disiplin, belajar bekerja keras, dan belajar mencintai budaya Indonesia. Inilah pendidikan yang sesungguhnya—pendidikan yang memanusiakan manusia,” lanjutnya.

Di akhir sambutan, Heru Sri Wibowo secara resmi membuka kegiatan FLS3N Jenjang SD Tahun 2026 dengan harapan festival tersebut mampu melahirkan generasi muda Purbalingga yang unggul, kreatif, dan membanggakan daerah.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *