47 Persen Guru PAUD di Purbalingga Sudah Berijazah S1

PURBALINGGA, INFO – Dari 1745 Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Formal (TK, Red) dan PAUD Non Formal di Kabupaten Purbalingga 47 persennya sudah berijazah S1 dan 53 persen yang belum S1. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Sarjono saat ditemui pada acara Diklat Berjenjang Pendidikan Tingkat Dasar dan Tingkat Lanjut di Aula SD Purbadisuta Purbalingga, Senin (10/9).

“Artinya kita sudah lebih bagus dari tingkat nasional karena tingkat nasional itu baru 23,06 persen guru PAUD yang berpendidikan S1,” tegas Sarjono.

Kualifikasi S1 sebenarnya merupakan syarat bagi guru PAUD formal atau TK. Sedangkan bagi PAUD Non Formal khususnya yang berkedudukan sebagai pendamping muda itu tidak harus lulusan S1 melainkan boleh lulusan SMA.

“Tetapi ya itu harus mendapatkan pelatihan-pelatihan untuk pendamping muda tapi kalau guru PAUD yang asli gurunya bukan pendampingnya maka dia juga harus S1,” ujarnya.

Melihat kondisi seperti ini, Sarjono menuturkan Dindikbud Kabupaten Purbalingga  telah mendorong guru PAUD di Kabupaten Purbalingga untuk melanjutkan ke jenjang S1. Namun, dalam hal ini Dindikbud Kabupaten Purbalingga masih dalam tahapan memotivasi karena bantuan untuk studi lanjut sudah dua tahun terhenti.

“Kalau dulu ada dari provinsi dari pusat bahkan sekarang belum, belum ada lagi sehingga kita hanya bisa memotivasi mereka,” kata Sarjono.

Biaya untuk studi lanjut terakhir ada pada tahun 2016 yang merupakan bantuan dari provinsi dan pusat walaupun hanya sebagian yang harus dikeluarkan. Sarjono berharap ada perhatian dari pemerintah baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk pengabdian yang telah dilakukan oleh pendidik PAUD.

“Tapi kan Pemerintah Daerah tentu kemampuan dianggarannya juga terbatas sehingga kami punya harapan yang dari pusat dan provinsi ada lagi,” harapnya. (PI-7)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.