Geguritan Bergema di Hardiknas Purbalingga; 58 Pelajar SMP Berlomba Lestarikan Bahasa dan Sastra Jawa

PURBALINGGA — Suara lantang dan penuh penghayatan para pelajar SMP membacakan geguritan menggema di aula SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga, Jumat (9/5/2026). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan MGMP Bahasa Jawa menggelar Lomba Maca Geguritan Jenjang SMP Tingkat Kabupaten dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB itu diikuti 58 peserta dari 58 SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Purbalingga. Suasana lomba berlangsung meriah sekaligus sarat nuansa budaya Jawa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pembinaan SMP Dindikbud Kabupaten Purbalingga Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I., Ketua MKKS SMP Kabupaten Purbalingga Subarno, S.Pd., Bina Damping MGMP Bahasa Jawa Drs. Haryono, pengurus MGMP Bahasa Jawa, serta guru pendamping dari masing-masing sekolah peserta.

Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan laporan ketua panitia Arif Setiadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya nguri-uri bahasa dan sastra Jawa di kalangan generasi muda.

“Bahasa lan sastra Jawa minangka sarana mbentuk budi pekerti luhur ing semangat Hardiknas,” ujarnya.

Menurut Arif, geguritan tidak sekadar rangkaian kata indah, tetapi juga mengandung nilai budi pekerti, tata krama, dan filosofi kehidupan yang penting diwariskan kepada generasi muda.

Kegiatan kemudian dibuka Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si., yang diwakili Kabid Pembinaan SMP Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I.

Priyanto menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Dindikbud tidak dapat hadir langsung lantaran pada hari yang sama terdapat lima kegiatan besar Hardiknas yang berlangsung bersamaan di berbagai lokasi.

“Hari ini Dindikbud harus berbagi tugas karena ada lima kegiatan Hardiknas yang dilaksanakan secara bersamaan. Bapak Kepala Dindikbud menitipkan salam hormat dan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia Lomba Maca Geguritan,” katanya.

Dalam sambutannya, Priyanto menegaskan bahwa lomba geguritan bukan sekadar ajang membaca puisi berbahasa Jawa, melainkan bagian penting dari upaya melestarikan budaya daerah di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Geguritan mengandung nilai rasa, budi pekerti, filosofi kehidupan, dan kekayaan budaya Jawa yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tampil percaya diri dan menikmati proses perlombaan.

“Berani tampil di depan umum saja sudah menjadi prestasi luar biasa. Menang atau belum menang bukan hal utama, tetapi semangat mencintai budaya Jawa itulah yang paling penting,” katanya.

Penampilan peserta berlangsung menarik. Para siswa tampil dengan penghayatan, intonasi, dan ekspresi yang memikat perhatian penonton dan dewan juri.

Setelah melalui penilaian ketat, dewan juri menetapkan Aribah Nur Muflikhah Kultsum dari SMP Negeri 1 Bobotsari sebagai Juara I. Juara II diraih Gian Alesha Putri dari SMP Negeri 2 Rembang, sedangkan Juara III diraih Afril Harfiyanti dari SMP Negeri 2 Mrebet.

Adapun Juara Harapan I diraih Azzam Nabhan Zulfadi dari SMP Negeri 1 Rembang, Juara Harapan II Kalista Naomi Yasin dari SMP Negeri 1 Karangreja, dan Juara Harapan III Josia Febriarto dari SMP Negeri 1 Purbalingga.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan dan foto bersama. Melalui lomba tersebut, Dindikbud dan MGMP Bahasa Jawa berharap budaya literasi dan kecintaan terhadap bahasa daerah terus tumbuh di kalangan generasi muda Purbalingga.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *