Berkat Inovasi “PELANA” Antar Anjar Prabowo, Tembus 10 Besar Nasional Smart Edu AI Challenge

PURBALINGGA_DINDIKBUD_Anjar Prabowo, Pengembang Teknologi Pembelajaran pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Ia sukses masuk dalam 10 besar ajang bergengsi Smart Edu AI Challenge 2026, yang merupakan bagian dari rangkaian Kemenkeu Learning Festival yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, Anjar mampu menyisihkan berbagai peserta dari beragam latar belakang, termasuk ASN dari berbagai sekolah dan lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan dari seluruh Indonesia.

Anjar mengungkapkan, dalam ajang ini ia mengusung model pembelajaran inovatif bertajuk PELANA (Proses Empatik Learning Adaptif Network Asisten). Model ini dirancang khusus untuk pembelajaran andragogi atau pembelajaran orang dewasa, seperti karyawan, aparatur sipil negara (ASN), hingga anggota Polri.

“Model ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik para pejabat dan instansi pemerintah,” ujar Anjar saat ditemui di kantor Dindikbud Purbalingga.

Ia menjelaskan, latar belakang pengembangan model tersebut berangkat dari kebutuhan mendesak akan peningkatan kepercayaan publik terhadap pejabat. Menurutnya, komunikasi yang kurang empatik kerap menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Karena kita tahu kebutuhan akan peningkatan kepercayaan publik terhadap pejabat itu mendesak. Pernah ada insiden nasional di mana kata-kata pejabat menyakiti hati rakyat karena kurangnya empati. Satu-dua kata yang ‘blunder’ bisa memicu gejolak, meskipun kita sudah bekerja optimal melayani masyarakat,” jelasnya, Kamis (9/4/2026).

Melalui aplikasi PELANA, teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana transformasi. Tujuannya adalah mengubah gaya komunikasi birokrasi yang selama ini cenderung kaku menjadi lebih empatik dan sesuai dengan harapan masyarakat.

Lebih lanjut, Anjar menuturkan bahwa setelah pengumuman 10 besar pada 3 April 2026, ia telah menyelesaikan tahapan pengumpulan materi presentasi. Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri secara intensif untuk tahap presentasi final yang akan dilakukan secara daring.

“Alhamdulillah, saya menjadi bagian dari pengembang teknologi di Dindik yang masuk sepuluh besar. Saat ini kami sedang tahap persiapan menjelang presentasi model pembelajaran secara daring melalui Zoom,” tambahnya.

Anjar berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi para praktisi pendidikan di Kabupaten Purbalingga untuk terus mengintegrasikan teknologi AI dalam menciptakan inovasi pembelajaran yang berdampak luas, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Di babak 10 besar ini, Anjar akan bersaing ketat dengan para inovator lainnya dari berbagai daerah di Indonesia yang turut menghadirkan solusi berbasis kecerdasan buatan dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *