O2SN Purbalingga Jadi Arena Lahirnya Atlet Pelajar; Ratusan Siswa SMP-MTs Bertanding dalam Semangat Sportivitas dan Hardiknas 2026

PURBALINGGA — Semangat kompetisi, sportivitas, dan pembinaan karakter pelajar mewarnai pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Jenjang SMP/MTs Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 yang digelar mulai 11 hingga 13 Mei 2026. Ajang tahunan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan MGMP PJOK SMP Kabupaten Purbalingga itu menjadi bagian penting rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Pembukaan O2SN berlangsung meriah, Senin (11/5/2026), dengan dihadiri unsur Forkopimda, kepala sekolah SMP/MTs negeri dan swasta, pengurus KONI, guru PJOK, wasit, juri, serta ratusan peserta dan pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten Purbalingga.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama dan laporan Ketua Panitia Arif Saefudin, S.Pd., guru PJOK SMP Negeri 4 Kutasari.

Dalam laporannya, Arif menyampaikan bahwa O2SN tahun ini mempertandingkan lima cabang olahraga, yakni atletik, bulu tangkis, pencak silat, renang, dan panjat tebing.

“Total peserta mencapai 202 atlet pelajar yang berasal dari 56 SMP, tiga MTs negeri, dan enam MTs swasta,” ujarnya.

Cabang atletik menjadi nomor dengan peserta terbanyak, yakni 92 siswa, disusul pencak silat 37 peserta, bulu tangkis 30 peserta, renang 29 peserta, dan panjat tebing 14 peserta.

Dari total 87 SMP dan MTs negeri maupun swasta di Kabupaten Purbalingga, sebanyak 64 sekolah telah berpartisipasi dalam O2SN tahun ini. Panitia berharap partisipasi sekolah terus meningkat pada pelaksanaan mendatang.

Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa O2SN bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi ruang pembinaan karakter, disiplin, sportivitas, dan mental juara bagi generasi muda.

“Pendidikan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus melahirkan generasi yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berdaya saing,” katanya.

Heru menekankan bahwa olahraga menjadi media penting dalam membangun daya juang, kepemimpinan, integritas, dan semangat kolaborasi peserta didik.

Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, KONI, DINPORAPAR, MGMP PJOK, kepala sekolah, hingga guru pendamping yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Juara bukan mereka yang tidak pernah kalah, tetapi mereka yang tidak pernah menyerah,” ujarnya memotivasi peserta sebelum secara resmi membuka O2SN dengan ucapan “Bismillahirrahmanirrahim”.

Pada hari pertama pelaksanaan, pertandingan cabang atletik digelar di GOR Goentoer Darjono dan diikuti 92 peserta. Sementara cabang bulu tangkis berlangsung di GOR Sasana Krida Perwira dengan 30 peserta.

Atmosfer kompetisi berlangsung ketat namun sportif. Sorak dukungan dari guru pendamping dan rekan sekolah menambah semangat para atlet pelajar yang bertanding membawa nama sekolah masing-masing.

Pada cabang bulu tangkis putra, gelar juara pertama diraih Hilmy Adika dari SMP Istiqomah Sambas Purbalingga. Posisi kedua ditempati Hafiz Ananda Putra P. dari MTs Ma’arif NU 02 Karangklesem, sementara juara bersama diraih Fathan Alfarizi Santosa dari SMP Negeri 3 Purbalingga dan Nayaka Ibnu Dzaki dari SMP Negeri 1 Purbalingga.

Di sektor putri, Dara Fitria Eriani dari MTs Ma’arif NU 02 Karangklesem keluar sebagai juara pertama. Juara kedua diraih Mayasa Balqis Aulia M. dari SMP Negeri 3 Purbalingga, sedangkan posisi juara bersama ditempati Khansa Khairunnisa A. dari SMP Negeri 1 Karangmoncol dan Felita Aufa Najah.A. dari SMP Negeri 3 Kutasari.

Sementara itu, cabang atletik putra dimenangkan Dimas Sidik Saputra dari SMP Negeri 1 Bukateja. Posisi kedua diraih Prahasta Fitra Suwandi dari SMP Negeri 2 Kalimanah dan juara ketiga Fathul Husnul Karib dari SMP Negeri 4 Mrebet.

Pada kategori putri, Anisa Nuraeni dari SMP Negeri 1 Purbalingga berhasil menjadi juara pertama. Juara kedua diraih A’idah Ayshanassya dari SMP Negeri 1 Kalimanah, sedangkan posisi ketiga ditempati Chesa Aprilia Putri dari SMP Negeri 1 Bukateja.

Penganugerahan juara dilakukan oleh Kabid Pembinaan SMP Dindikbud Kabupaten Purbalingga Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I., sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pertandingan hari pertama.

O2SN 2026 menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya menjadi ruang belajar akademik, tetapi juga tempat lahirnya atlet-atlet muda yang tangguh, disiplin, dan berkarakter. Dari arena olahraga pelajar inilah Purbalingga berharap muncul bibit-bibit atlet yang kelak mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional bahkan internasional.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *