Purbalingga Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman; BBPMP dan Dindikbud Dorong Kolaborasi Cegah Kekerasan di Lingkungan Pendidikan

PURBALINGGA — Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berpihak pada peserta didik terus diperkuat di Kabupaten Purbalingga. Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan Gugus Kendali Mutu (GKM) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB itu menghadirkan unsur lintas sektor sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan ramah anak. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bapperida Kabupaten Purbalingga, Dinsospermades P3A Kabupaten Purbalingga, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga.

Acara dibuka dengan pembacaan “Bismillahirrahmanirrahim” bersama yang dipandu MC Nur Fidayat, S.Pd., menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan.

Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa sekolah tidak cukup hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi peserta didik.

“Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Tempat mereka tumbuh, belajar, merasa aman, dihargai, dan mendapatkan perlindungan,” ujarnya.

Menurut Heru, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga menyangkut kesehatan mental, karakter, perlindungan anak, hingga pencegahan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang positif melalui keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah, sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

“Budaya sekolah yang aman dan nyaman tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama,” katanya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan pemaparan materi oleh narasumber dari BBPMP Jawa Tengah, Dr. Mulida. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya penguatan budaya sekolah berbasis mutu dan perlindungan peserta didik.

Ia menjelaskan bahwa sekolah yang aman dan nyaman bukan hanya bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga mampu menciptakan iklim pembelajaran yang menghargai keberagaman, mendukung kesehatan psikologis, dan membangun relasi positif antara guru dan peserta didik.

Selain itu, penguatan Gugus Kendali Mutu dinilai penting sebagai langkah sistematis untuk memastikan budaya positif di sekolah dapat berjalan secara berkelanjutan dan terukur.

Peserta tampak antusias mengikuti sesi materi dan dialog. Berbagai persoalan terkait budaya sekolah, pendampingan peserta didik, hingga strategi pencegahan perundungan dan kekerasan menjadi topik diskusi yang mengemuka dalam forum tersebut.

Berdasarkan lampiran daftar peserta kegiatan, unsur internal Dindikbud yang hadir antara lain Sekretaris Dinas Joko Sumarno, S.Pd., M.Pd., Kabid Pembinaan SMP Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I., Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Andika Mardiansah, S.Pd.SD., M.Pd., serta sejumlah pejabat dan pengembang teknologi pembelajaran di lingkungan Dindikbud Kabupaten Purbalingga.

Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif dan penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih humanis dan ramah anak di Kabupaten Purbalingga.

Melalui kegiatan itu, BBPMP Jawa Tengah dan Dindikbud Kabupaten Purbalingga berharap sekolah-sekolah tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga mampu menjadi ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan membentuk karakter generasi masa depan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *