Puluhan Pesilat Muda Purbalingga Adu Prestasi di O2SN 2026, Pesilat Asal Kemangkon dan Purbalingga Raih Juara

PURBALINGGA, DINDIKBUD – Semangat sportivitas dan pelestarian budaya bangsa mewarnai pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga pencak silat tingkat SD/MI Kabupaten Purbalingga Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar pada Senin (11/5/2026) di Aula Jenderal Sudirman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga.

Ajang tahunan ini diikuti para pesilat muda terbaik dari berbagai kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Sebanyak 9 atlet putra dan 9 atlet putri tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam pertandingan yang berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Selain menjadi wadah kompetisi olahraga, O2SN pencak silat juga menjadi sarana pembinaan karakter peserta didik melalui penguatan disiplin, keberanian, dan rasa percaya diri. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pertandingan yang berlangsung sejak pagi hari.

Pada kategori putra, gelar juara pertama berhasil diraih oleh Adhyasta Hanindhito dari SD N 1 Panican, Korwilcam Dindikbud Kemangkon. Penampilan impresifnya mampu mengungguli lawan-lawannya hingga keluar sebagai pesilat terbaik putra tahun ini.

Sementara posisi juara kedua diraih Arfa Razka Alkhalifi dari SD N 2 Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah. Adapun dua juara ketiga diraih Nayaka Kenzie Abqori dari SD N 1 Karangmalang, Bobotsari, dan Khairul Anam dari SD N 1 Tidu, Bukateja.

Pada kategori putri, persaingan tak kalah sengit juga tersaji sepanjang pertandingan. Raisya Al Ghaniayu dari SD N 2 Purbalingga Lor tampil gemilang dan sukses meraih juara pertama setelah menunjukkan teknik dan ketangkasan yang memukau dewan juri.

Juara kedua kategori putri diraih Aura Latifa Adzkia dari SD N 1 Panican, Kemangkon. Sedangkan juara ketiga bersama diraih Hana Ayuningtyas dari SD N 1 Kedungwuluh, Kalimanah, dan Earlyta Arsyfa Salsabila dari SD N 1 Kebutuh, Bukateja.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa O2SN tidak hanya bertujuan mencari atlet berprestasi, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter generasi muda yang sehat, tangguh, dan berbudaya. Pencak silat sebagai warisan budaya bangsa diharapkan terus diminati dan dikembangkan sejak usia dini.

Melalui ajang ini, para juara diharapkan mampu melanjutkan prestasi ke tingkat yang lebih tinggi dan menjadi wakil terbaik Kabupaten Purbalingga pada kompetisi berikutnya. Dukungan sekolah, orang tua, dan pembina dinilai menjadi faktor penting dalam mencetak atlet muda berprestasi di bidang olahraga pencak silat.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *