RKB SMKN 1 Kaligondang, Resmi Digunakan

Penggunaan ruang kelas baru (RKB) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kaligondang Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga, yang  terdiri delapan lokal resmi digunakan untuk  kegiatan belajar mengajar. Peresmian penggunaan RKB, dibuka  Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga Tongat di hadiri para wali murid dan jajaran sekolah di SMKN 1 Kaligondang Senin, (22/12).

“Ruang kelas menjadi salah satu komponen penting dalam kegiatan belajar mengajar. Ruang kelas yang baik, memadai dan layak, secara signifikan diharapkan mempu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan,”jelas bupati.

Menurut Kento, dengan diresmikan RKB tersebut, penggunaanya diminta untuk mendukung proses belajar mengajar menjadi lebih maksimal. Sedangkan ruang kelas dapat disebut sebagai ruang kelas yang baik, ada lima syarat.

“Jumlah siswa tidak lebih 40 orang, sirkulasi udara cukup, perabot dalam keadaan baik, serta cahayanya cukup terang. Selain itu juga rapi, bersih, sehat dan tidak lembab,”tuturnya.

Kento juga berharap, kedepan kasus-kasus ruang kelas ambruk atau mengalami kerusakan parah, meski belum diresmikan tidak ada lagi.

“Untuk itu, dalam pembangunan sarana pendidikan, agar pihak ketiga memastikan masih melakukan pemeliharaan, serta dipastikan sesuai bestek,”ujarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada  Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Purbalingga Kusmanto mengatakan, bahwa pada tahun 2014 pembangunan RKB untuk menunjang kegiatan belajar mengajar pada sekolah kejuruan di Kabupaten Purbalingga sebanyak 18 paket untuk tujuh SMK.

“Ketujuh sekolah yang mendapatkan alokasi pembangunan RKB sebesar Rp 2.421.000.000,-”katanya.

Kusmanto menerangkan, pembangunan ruang guru SMKN 1 Bojongsari sebanyak satu paket sebesar Rp.196.200.000,-,sedangkan untuk SMKN 3 Purbalingga mendapatkan alokasi  pembangunan ruang perpustakaan sebanyak satu paket sebesar Rp 204.000.000,- dan satu paket pembangunan ruang laboratorium IPA. Sedangkan  pembangunan ruang praktek siswa sebanyak tiga paket masing Rp 196.000.000,- untuk SMKN 2 dan 3 Purbalingga serta SMKN 1 Bojongsari.

“SMKN 1 Kaligondang dan SMK YPT 2 Purbalingga mendapatkan masing-masing satu paket, untuk pengadaan peralatan praktek siswa dengan alokasi anggaran untuk kedua sekolah tersebut Rp.200.000.000,-”jelasnya.

Untuk pengadaan peralatan olah raga/kesenian sebanyak empat paket dengan alokasi anggaran masing-masing  sebesar Rp.20.000.000,- bagi empat SMK yaitu SMKN 1 Rembang, SMKN 2 Purbalingga, SMKN 1 Kutasari serta SMKN 1 Kaligondang.Dan alokasi pengadaan buku referensi sejumlah tiga paket untuk dua SMK yaitu SMKN 3 Purbalingga dan SMK NU Bojongsari.

Kepala sekolah (Kepsek) SMKN 1 Kaligondang F.Budi Santoso mengatakan, bahwa pembangunan sarana dan prasarana sekolah tahun 2014 sudah selesai ada delapan lokal, Kedelapan lokal terdiri dari RKB serta fasilitas lainya seperti ruang data, 24  ruang sanitasi, studio foto, studio music, ruang BK, ruang seni dan ruang OSIS/PMR .

“Biaya lima lokal untuk membangun RKB menggunakan anggaran dari DAK senilai Rp 672.500.000,- sebanyak tiga lokal RKB dari bantuan gubernur (Bangub) senilai Rp 270.000.000,-. Sedangkan pada tahun 2013 mendapatkan RKB empat lokal, dengan rincian tiga lokal RKB dibiayai dari APBN, satu lokal pembangunan laboratorium IPA yang dananya bersumber dari DAK,”tuturnya.

Peresmian SMK Kaligindang

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.