Warga Muhammadiyah Diminta Komitmen Terhadap Pendidikan

Bupati Purbalingga meletakan batu pertama pembangunan SD Muhammadiyah 1 Purbalingga (1)

PURBALINGGA, Untuk mencerdasakan kehidupan anak bangsa  di bidang pendidikan khususnya pendidikan dasar, perlu adanya dukungan dari semua pihak bagi terwujudnya pendidikan yang berkarakter, berprestasi serta meraih ridho dari Tuhan supaya sinkron dengan visi Pemkab menuju Purbalingga emas.

Oleh sebab itu, masyarakat dan warga lainnya khususnya persyarikatan Muhammadiyah untuk bahu-membahu membangun mental para generasi muda agar lebih berakhlakul karimah serta menjadi pelopor paling depan dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Saya percaya dan bangga dengan berbagai amal usaha yang dimiliki Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan tidak diragukan lagi, sebagaimana kita ketahui bersama anak-anak muda di masa sekarang memiliki tantangan yang jauh lebih berat dibanding generasi kita di masa lalu. Hal tersebut sebagai dampak negatif dari semakin canggihnya teknologi komunikasi dan informatika,”kata Bupati Purbalingga, saat memberikan sambutan pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan SD Muhammadiyah 1 Purbalingga di lokasi Jalan Lingkar Terminal Bobotsari Sabtu (29/3).

Sukento menambahkan dengan semakin canggihnya teknologi tersebut jangan sampai para anak-anak terjerumus kedalam hal-hal yang negatif dan membuat kita semua menjadi prihatin.

“Melihat fakta yang memprihatinkan tersebut tentu dituntut dari  para insan pendidik untuk mewaspadai agar hal-hal terkait pengaruh buruk teknologi informasi tidak semakin berkembang. Untuk itu saya memiliki harapan besar terhadap SD Muhammadiyah 1 Purbalingga untuk memberikan alternatif  pendidikan yang baik, terutama dalam menyelamatkan moral anak-anak muda kita yang dimulai dari jenjang pendidikan dasar,”pintanya.

Dengan mengambil sebutan The International Creative School, pinta bupati anak yang sekolah di SD Muhammadiyah 1 Purbalingga dapat tumbuh sebagai anak yang mempunyai kreatifitas, kemmandirian, berwawasan internasional, sehingga dapat survive dalam menghadapi masa depan.

Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Purbalingga yang diwakili Ali mengatakan warga Muhammadiyah di Purbalingga jumlahnya memang belum banyak, tetapi berbagai amal usaha yang dimilikinya sudah tersebar kemana-mana.

“Besar harapan kami kepada para penggagas pendiri sekolah ini, khususnya para pemuda Muhammadiyah semoga terwujud cita-cita mulia tersebut, guna mendukung visi pemkab Purbalingga yang mencanangkan Purbalingga Emas. Dan PD Muhammadiyah siap meng back up semua kebijakan serta visi misi Bupati Kento,”tutur Ali.

Ketua Panitia Pembangunan SD 1 Muhammadiyah 1 Purbalingga Daryono yang juga kepala sekolah SD tersebut melaporkan, bahwa pembangunan sekolah yang direncanakan memakan biaya sektar Rp 19,8 milyar pembangunan akan dimulai pada bulan April 2014 mendatang.

“Saat ini sekolah kami masih satu atap dengan SMP Muhammadiyah Bobotsari sehingga kami berencana membangun gedung sekolah tersebut terpisah agar lebih memadai dan nyaman untuk para anak didiknya,”katanya.

Menurutnya tanah yang digunakan untuk pembangunan sekolah tersebut merupakan tanah wakaf seluas satu hektar dengan lokasi di sekitar jalan lingkar terminal Bobotsari, dengan biaya awal sekitar Rp 30 Juta dari para donatur. Dengan dana sebesar itu pihaknya akan membangun sarana prasarana sekolah, diantaranya ruang kelas tiga gedung yang terdiri gedung olahraga,, perpustakaan, arena seni, masjid dan gedung pertemuan.

Saat ini SD Muhammadiyah 1 Purbalingga baru memilki dua ruang kelas untuk kelas I yang berjumlah 44 siswa ditambah guru dan karyawan sebanyak enam orang.

Acara peletakan batu pertama dihadiri Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, Ketua PW Muhammadiyah Jateng Tafsir , PD Muhamadiyah, PC Muhammadiyah, Camat Bobotsari, Muspika serta para wali murid SD Muhammadiyah 1 Purbalingga.

Peletakan batu pertama diawali oleh Bupati Purbalingga, Ketua PW Muhammadiyah, Camat Bobotsari dan para Muspika Kecamatan Bobotsari. (Key)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.