Festival Literasi Siswa Purbalingga: Pelajar SMP Adu Literasi dan Public Speaking Bahasa Inggris

PURBALINGGA — Semangat literasi dan kemampuan komunikasi global generasi muda bergema di SMP Negeri 2 Purbalingga, Selasa (12/5/2026), saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Purbalingga menggelar Festival Literasi Siswa (FLS) tingkat SMP Tahun 2026.

Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 itu mempertandingkan tiga cabang lomba, yakni Recount Writing, English Speech, dan Story Telling. Sebanyak 131 siswa dari 53 SMP di Kabupaten Purbalingga ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme tersebut.

Ketua panitia sekaligus Ketua MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Purbalingga Didik Kamseno, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta terbagi dalam tiga kategori lomba, yakni Recount Writing sebanyak 49 peserta, Speech 45 peserta, dan Story Telling 37 peserta.

Menurut Didik, Festival Literasi Siswa bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi ruang pembinaan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik dalam menghadapi tantangan global.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan potensi terbaiknya sekaligus membangun budaya literasi dan komunikasi yang kuat di sekolah,” ujarnya.

Pembukaan kegiatan dilakukan Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga yang diwakili Kabid Pembinaan SMP Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam sambutannya, Priyanto menegaskan bahwa pendidikan modern tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menghafal, tetapi harus mampu membentuk generasi yang kritis, komunikatif, kreatif, dan memiliki literasi global.

“Bahasa Inggris hari ini bukan lagi sekadar mata pelajaran, tetapi sudah menjadi jendela dunia. Dengan kemampuan komunikasi dan literasi yang baik, anak-anak akan mampu bersaing, berkolaborasi, sekaligus memperkenalkan Indonesia di tingkat internasional,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap cabang lomba dalam FLS memiliki nilai pembelajaran penting. Story Telling melatih keberanian berekspresi dan penguasaan panggung, English Speech membangun kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis, sedangkan Recount Writing mengasah kemampuan berpikir runtut dan menuangkan pengalaman dalam bentuk tulisan yang bermakna.

Priyanto juga mengingatkan bahwa tujuan utama kompetisi bukan semata mengejar kemenangan, tetapi menumbuhkan keberanian mencoba, disiplin berlatih, dan kemauan terus belajar.

“Anak yang hebat bukan anak yang tidak pernah gagal, tetapi anak yang terus bangkit dan mau belajar lebih baik setiap hari,” ujarnya di hadapan peserta dan guru pendamping.

Sepanjang pelaksanaan lomba, suasana kompetisi berlangsung dinamis dan inspiratif. Pada cabang Story Telling, peserta tampil percaya diri membawakan cerita dengan ekspresi dan penghayatan yang memukau. Sementara dalam lomba Speech, siswa menyampaikan pidato berbahasa Inggris dengan tema-tema pendidikan, lingkungan, dan motivasi generasi muda.

Di ruang Recount Writing, para peserta tampak serius menuangkan pengalaman pribadi dan ide mereka dalam tulisan berbahasa Inggris yang dinilai berdasarkan struktur bahasa, kreativitas, dan kekuatan pesan.

Setelah melalui penilaian dewan juri, panitia menetapkan para juara Festival Literasi Siswa Tahun 2026. Pada cabang Recount Writing, juara pertama diraih Rainan Tanael dari SMP Negeri 1 Purbalingga, disusul Meilia Nur Fadillah dari SMP Negeri 2 Kalimanah sebagai juara kedua, dan Jihan Azkiya Maulidia dari SMP Negeri 2 Kutasari sebagai juara ketiga.

Pada cabang Speech, Sebastian Abiwara Pradana Kusuma dari SMP Negeri 1 Purbalingga berhasil meraih juara pertama. Juara kedua diraih Faiqah Fatma dari SMP Negeri 1 Rembang, sementara posisi ketiga ditempati Aisya Anggun Kusumawardani dari SMP Negeri 1 Kaligondang.

Adapun pada cabang Story Telling, Erlin Aura Febianka dari SMP Negeri 1 Rembang tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Wiji Aulia Zahra dari SMP Istiqomah Sambas Purbalingga, sedangkan juara ketiga diraih Florencia Irene Iswanto dari SMP Negeri 2 Purbalingga.

Festival Literasi Siswa 2026 memperlihatkan semakin tumbuhnya budaya literasi dan kemampuan komunikasi di kalangan pelajar Purbalingga. Di tengah era digital dan kompetisi global, kemampuan berpikir kritis, menulis, berbicara, dan menyampaikan gagasan menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, Dindikbud Kabupaten Purbalingga berharap lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga percaya diri, komunikatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia tanpa kehilangan identitas budaya bangsa.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *