MINIMALISIR GOLPUT, PEMILIH PEMULA AKAN DIBERI TUGAS

IMG02823-20140127-1056
Untuk meminimalisir golongan putih (golput) dikalangan pelajar sebagai pemilih pemula, guru PPKn akan memberikan tugas. Setiap pelajar yang sudah memiliki hak pilih akan diberi tugas untuk membuat laporan, terkait pelaksanaan pemilu di TPS masing-masing. Laporan yang dibuat berisi tentang lokasi TPS, jumlah pemilih, jumlah pemilih yang hadir, jumlah suara sah dan jumlah suara tidak sah.
Guru PPKn SMAN 1 Purbalingga yang juga pengurus MGMP PPKn Rohmatiningsih mengungkapkan, langkah untuk mengurangi angka golput, utamanya pada pemilih pemula sudah dilakukan oleh SMAN 1 Purbalingga saat Pilgub lalu. Dan ternyata langkah pemberian tugas kepada pelajar sebagai pemillih pemula membuahkan hasil. Mereka semua dating dan menggunakan hak pilihnya di TPS masing-masing.
Hal ini menjawab pertanyaan guru PPKn lain Setyo Budi saat sosialisasi pemilu yang dilakukan KPUD Purbalingga dihadapan MGMP PPKn, di aula SMAN 2 Purbalingga, Senin (27/1).
Sementara divisi sosialisasi KPUD Purbalingga Mei Nurlela mengatakan, waktu berkampanye mulai dilakukan hari ini, namun sebatas melalui Alat Peraga Kampanye (APK). Sedangkan kampanye melalui media massa cetak maupun elektronik akan dimulai 21 hari sebelum pelaksanaan pencoblosan 9 April 2014.
Sedangkan dari data terakhir yang dimiliki KPUD Purbalingga, jumlah penduduk yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) per hari ini sebanyak 719.290 orang.
Sosialisasi dihadapan MGMP PPKn tersebut berlangsung hangat. Banyak guru yang melempar pertanyaan terkait masalah teknis. Boleh tidaknya PNS hadir dalam sosialisasi yang dilakukan caleg, sampai pada masalah penghitungan suara yang sah dan tidak sah.
Menurut Mei Nurlela, PNS diperbolehkan dating sebagai warganegara yang memiliki hak pilih. Namun dilarang turutserta memobilisasi masyarakat, atau sebagai tim sukses yang mengkampanyekan salah satu caleg. (umg)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.