Purbalingga Mendapat Kuota PIP SMP 10.341 Penerima Senilai Lebih Dari 7.7 M, Kadindikbud Selenggarakan Sosialisasi Pengusulan Data PIP

PURBALINGGA_DINDIKBUD_ Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga menggelar Sosialisasi Usulan Program Indonesia Pintar (PIP) Fase 1 jenjang SMP Tahun 2026 guna memastikan penyaluran bantuan pendidikan berjalan tepat sasaran dan akuntabel. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (17/04/2026) di Aula Sudirman dan diikuti oleh para kepala SMP serta operator sekolah se-Kabupaten Purbalingga.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Dindikbud Purbalingga, Heru Sri Wibowo, serta dihadiri pengelola PIP dari 78 SMP yang terdiri dari 60 sekolah negeri dan 18 sekolah swasta. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penguatan komitmen terhadap pemerataan pendidikan.
Dalam sambutannya, Heru menegaskan bahwa ketepatan data menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program PIP. Ia menyampaikan bahwa kuota PIP jenjang SMP di Kabupaten Purbalingga pada tahun 2026 mencapai lebih dari sepuluh ribu siswa.
“Kuota ini harus kita manfaatkan secara optimal. Jangan sampai ada siswa yang berhak justru terlewat, sementara yang tidak memenuhi kriteria malah terakomodasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memprioritaskan siswa dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam kelompok DTSEN desil 1 sampai 4.
“Kami minta sekolah benar-benar memprioritaskan siswa pada DTSEN desil 1 sampai 4. Ini bentuk keberpihakan kita agar bantuan tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh yang paling membutuhkan,” kata Heru.
Lebih lanjut, Heru mengingatkan agar seluruh proses pengusulan dilakukan secara cermat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data yang diusulkan harus valid, by name by address, dan sesuai kondisi riil di lapangan. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap pengelolaan program pemerintah,” tegasnya.
Pengantar materi disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP, Priyanto, yang menekankan pentingnya peran sekolah dalam proses verifikasi dan validasi data siswa.
“Sekolah menjadi garda terdepan dalam memastikan data usulan benar-benar akurat. Ketelitian dalam tahap ini akan menentukan kualitas hasil usulan PIP secara keseluruhan,” ujarnya.
Sementara itu, Tim PIP Dindikbud Purbalingga, Dwi Sri Rejeki dan Agus Wibowo, memaparkan mekanisme teknis pengusulan serta prosedur penginputan data.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi dialog, di mana peserta menyampaikan berbagai kendala teknis di lapangan, mulai dari sinkronisasi data hingga verifikasi status ekonomi siswa. Diskusi ini menjadi ruang klarifikasi sekaligus penguatan pemahaman bersama antar peserta.
Dalam penutupnya, Heru kembali menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari terserapnya kuota, tetapi juga dari ketepatan sasaran penerima.
“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari terserapnya kuota, tetapi sejauh mana bantuan benar-benar menjangkau siswa yang membutuhkan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa total anggaran yang akan disalurkan mencapai Rp7.755.750.000 untuk lebih dari 10 ribu penerima.
